Obat Aborsi Aman Sebagai Cara Menggugurkan Kandungan

Obat aborsi aman merupakan sesuatu yang ilegal dan dilarang beredar secara bebas di Indonesia.  Hal ini mengakibatkan sulitnya bagi wanita yang ingin menggugurkan kandungannya, baik itu karena alasan ketidakmampuan secara finansial, stigma dari masyarakat sekitar, larangan dari keluarga ataupun alasan-alasan lainnya.  Padahal sangat penting bagi seorang wanita untuk memutuskan apakah akan melakukan aborsi atau tidak.  Hal ini menyangkut kehidupannya sendiri dan bukan orang lain.  Jadi sangat masuk akal jika seorang wanita memutuskan untuk menggugurkan kandungan menggunakan obat aborsi aman.  Tetapi susahnya akses untuk mendapatkan obat aborsi aman yang bisa dibeli bebas di apotek merupakan hambatan yang sangat menyulitkan.

Sebagai solusinya, kami menyediakan obat aborsi aman yang telah terbukti aman dan efektif jika digunakan sesuai usia kandungan.  Obat aborsi aman yang kami jual biasanya disebut juga sebagai “Abortion Pill”.  Apa sebenarnya Abortion Pill itu?

obat-aborsi-aman

Obat Aborsi Aman Merupakan Cara Aborsi Paling Efektif

Abortion Pill ataupun obat aborsi merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk menggugurkan kandungan.  Obat aborsi aman ini biasanya disebut juga dengan RU-486 atau aborsi medis.  Ini merupakan salah satu yang paling efektif dan aman dalam melakukan aborsi.  Banyak wanita memilih cara ini karena terasa lebih ‘alami’.  Hal ini karena obat aborsi aman ini dapat dilakukan dirumah tanpa perlu ke rumah sakit.  Jadi selain faktor kenyamanan, faktor privasi juga akan terjaga.

Apakah abortion pill ini aman? Telah digunakan secara luas di Eropa sejak 1990-an dan akhirnya disetujui oleh FDA pada 2000, merupakan bukti nyata bahwa abortion pill ini memang obat aborsi aman yang sangat direkomendasikan oleh para dokter diluar negeri sebagai pengobatan untuk menggugurkan kandungan.

Bagaimana cara kerja abortion pill ini? Aborsi medis ini memerlukan 2 macam obat.  Yang pertama adalah mifepristone, yang akan memaksa embrio untuk terlepas dari leher rahim.  Kebanyakan wanita tidak akan merasakan apa-apa pada proses ini.  2 hari kemudian, obat yang satunya lagi yaitu misoprostol dikonsumsi.  Setelah misoprostol digunakan, sekitar 4-6 jam akan terasa nyeri di perut pertanda bahwa obat telah mulai bekerja.  Dan dalam waktu maksimal 24 jam sudah keluar dalam bentuk menstruasi tapi dengan darah yang lebih kental dan banyak, tergantung usia kandungannya.

Seberapa efektif abortion pill ini? Jika digunakan sesuai aturan pemakaian, penggunaan abortion pill ini mempunyai keefektifan mencapai 97-98%.  Jadi sangat kecil kemungkinan jika tidak berhasil.  Setelah sekitar seminggu sejak menstruasi terjadi, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter kandungan.  Hal ini untuk memastikan bahwa proses aborsi telah benar-benar komplit dan tidak ada lagi yang tersisa didalam rahim.

Kehamilan Yang Tidak Direncanakan Dan Aborsi

Kehamilan yang tidak direncanakan merupakan suatu mimpi buruk bagi seorang wanita yang belum berencana untuk mempunyai anak.  Kehamilan yang tidak direncanakan adalah sesuatu yang jamak terjadi.  Namun, kehamilan yang tidak direncanakan bukanlah sesuatu yang tidak diinginkan bagi semua wanita.  Ada juga wanita yang, meskipun sangat terkejut, namun siap untuk melanjutkan hidupnya dengan janin yang telah dikandungnya.  Jika sang wanita tidak siap ataupun tidak mau untuk menjadi seorang ibu, pilihan yang ada baginya adalah melakukan aborsi ataupun adopsi.

kehamilan-yang-tidak-direncanakan

Kehamilan Yang Tidak Direncanakan Dan Akibatnya

Kehamilan yang tidak direncanakan akan membuat sang wanita memikirkan berbagai macam hal, seperti :

  • Perasaannya mengenai menjadi orang tua, aborsi dan adopsi
  • Kesehatan dan umurnya
  • Kebutuhan ekonomi dari anak yang telah ada (jika memang telah memiliki anak sebelumnya)
  • Hubungan dengan orang tuanya ataupun keluarganya
  • Hubungan dengan pekerjaan dan karirnya
  • Keadaan keuangannya
  • Hubungan dengan kepercayaan dan agamanya
  • Dan banyak hal lainnya

Kehamilan Yang Tidak Direncanakan Dan Pilihannya

1.  Memilih Menjadi Orang Tua.  Ketika menghadapi kehamilan yang tidak direncanakan, beberapa wanita memilih untuk meneruskan kehamilannya dan membesarkan anak yang dikandungnya.  Jika memilih opsi ini, sang calon ibu sebaiknya memikirkan mengenai faktor ekonomi, mental dan semuanya yang berhubungan dengan menjadi orang tua.  Karena menjadi orang tua bukanlah sesuatu yang mudah dan sebaiknya direncanakan secara dini.  Memilih menjadi orangtua memerlukan suatu keahlian yang sebaiknya dipelajari sehingga jika tiba saatnya nanti, segala hal yang berhubungan dengan membesarkan seorang anak, sudah dapat diperkirakan dan ditangani oleh sang ibu dengan sebaik-baiknya.

2.  Memilih Aborsi.  Banyak wanita yang memilih opsi untuk menggugurkan kandungannya ketika menghadapi kehamilan yang tidak direncanakan.  Aborsi adalah prosedur medis atau bedah di mana janin atau embrio dihapus atau dikeluarkan dari uterus (rahim). Kebanyakan aborsi dilakukan selama trimester pertama kehamilan (sampai 12 minggu), tetapi beberapa mungkin dilakukan pada trimester kedua (12 sampai 24 minggu) atau, dalam keadaan langka, pada trimester ketiga (24 sampai 36 minggu).  Studi menunjukkan kebanyakan wanita yang telah melakukan aborsi merasa mereka membuat keputusan yang tepat dan tidak mungkin untuk mengalami masalah psikologis atau emosional jangka panjang. Dalam kebanyakan kasus, gangguan emosi puncaknya terjadi sebelum proses aborsi dilakukan dan menghilang secara perlahan setelah aborsi selesai. 

3.  Memilih untuk Adopsi.  Sebuah jumlah yang relatif kecil adalah wanita melanjutkan kehamilan dan kemudian memberikan bayi untuk diadopsi. Orang tua angkat kemudian menjadi orang tua hukum sang anak, dan orang tua kandung secara sukarela menyerahkan semua hak dan tanggung jawab hukum mereka dalam kaitannya dengan sang anak. Ada kesempatan bagi orang tua kandung memilih untuk mempertahankan beberapa tingkat kontak dengan sang anak.